Minggu, 19 Oktober 2014

Fakta unik tentang Ir. Soekarno dan Proklamasi kemerdekaan Indonesia

            Ya, kali ini saya akan membuat sebuah artikel tentang fakta unik tentak proklamasi dan salah satu tokoh sejarah yang mempunyai andil besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaaan Republik Indonesia, yaitu Ir. Soekarno. Artikel ini dibuat sebagai pemenuhan tugas sejarah dan juga sebagai pengamalan dari kata-kata Ir. Soekarno sendiri,yakni JASMERAH atau “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”.
 Foto Bung Karno


            Langsung saja kita masuk ke bahasan utama. Ir. Soekarno, ya, siapa yang tak kenal beliau? Pria kelahiran Surabaya, 6 Juni 1901 yang kerap disapa Bung Karno ini merupakan presiden pertama Republik Indonesia yang namanya sudah diakui bahkan oleh dunia. Beliau memiliki rasa nasionalisme yang begitu tinggi yang beliau curahkan dalam berbagai tindakan dan usahanya mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia dari para penjajah.
            Nah, berikut ini adalah serangkaian fakta unik mengenai beliau dan proklamasi kemerdekaan Indonesia :
  • Ketika dilahirkan, Soekarno diberikan nama Koesno Sosrodihardjo oleh orangtuanya. Namun karena beliau sering sakit maka ketika berumur lima tahun namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya.
  • Perintah pertama Soekarno sebagai presiden kepada rakyatnya adalah “Sate ayam 50 tusuk!”. Hal ini terjadi setelah pelantikannya menjadi presiden RI dan karena belum ada mobil khusus untuk mengantar beliau, beliau pun pulang dengan berjalan kaki dan bertemu dengan pedagang sate yang bertelanjang kaki dan terucaplah perintah pertama tersebut.
  • Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari 300 tahun
  • Pelaksanaan GANEFO (Games of the New Emerging Forces) yang dinilai negatif oleh beberapa pihak dan dianggap menghambat pembangunan ekonomi dan moneter Indonesia. Namun jika kita lihat dari sisi lain, pelaksanaan GANEFO merupakan salah satu wujud nasionalisme Bung Karno yang ingin menunjukkan bahwa Indonesia bisa menantang dunia. Sekilas info, GANEFO ini diikuti oleh 51 negara dengan  lebih dari 2000 atlet dan Indonesia keluar sebagai juara umum. Bisa kita lihat betapa hebatnya Indonesia di masa lalu.
  • Draft teks proklamasi ditulis tangan di secarik kertas oleh Bung Karno dengan didikte oleh Bung Hatta. Anehnya, setelah acara selesai, dokumen penting itu hilang. Ternyata kertas tersebut terbuang di tempat sampah. Beruntung, wartawan BM Diah menemukannya. Dia menyimpannya dan baru menyerahkan ke pemerintah pada 29 Mei 1992. Artinya, draft tersebut sempat menghilang selama 46 tahun 9 bulan 19 hari. Yah, harus kita akui salah satu kelemahan negara kita adalah kurangnya dokumentasi. 
  • Sebelum 16 Agustus 1945, Istri Bung Karno, Fatmawati, sebenarnya sudah membuat bendera merah putih. Tapi bendera itu terlalu kecil karena panjangnya hanya 50 cm. Fatmawati lalu membongkar lemarinya dan menemukan selembar kain sprei putih, tapi tidak ada kain merah. Lalu seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo berkeliling dan mendapatkan kain merah milik penjual soto. Kain tersebut dibeli dan diberikan ke Fatmawati. Bendera baru berukuran 276×200 cm itu pun dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di tiang bambu sederhana
  • Upacara proklamasi diabadikan oleh fotografer Frans Mendoer. Begitu upacara selesai, Frans didatangi tentara Jepang yang ingin merampas negatif film gambar tersebut. Frans berbohong dengan mengatakan negatifnya sudah diserahkan ke Barisan Polopor. Padahal, negatif film momen penting tersebut ditanamnya di bawah pohon di halaman kantor Harian Asia Raja. Andai negatif film tersebut sempat dirampas Jepang, tentu kita tidak akan pernah bisa melihat momen bersejarah proklamasi kemerdekaan RI.


           Tambahan, saya mengutip kalimat-kalimat “sakti” Bung Karno sebagai penutup dari postingan kali ini.
        “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

      “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)
      “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)
       “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
       “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno

0 komentar:

Posting Komentar